Wisata Alam di Jawa Barat, Pepohonan dan Pemandangan Kini Jadi Mesin Uang

22 Juni 2024, 07:31 WIB
Salah satu suasana wisata alam di kawasan Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung. /dok Kompers Perhutani Jawa Barat-Banten

JABARINSIGHT – Fenomena semakin banyak orang memerlukan kesegaran dan keindahan alam, menjadikan alam dan pepohonan kini menjadi ‘mesin uang’ bagi mereka yang memilikinya.

Sejumlah kawasan alam di Jawa Barat merupakan tempat favorit masyarakat untuk berlibur menikmati suasana. Ada segarnya alam diantara pepohonan, hutan, sungai, perkebunan, sawah, kolam, dan aneka kehidupan masyarakat perdesaan.

Bisnis wisata alam berkembang pada hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, misalnya di Bandung, Garut, Sukabumi, Bogor, Majalengka, Subang, Purwakarta, Cianjur, Sumedang, Subang, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, bahkan sampai Cirebon.

Dulu, banyak orang menganggap pepohonan itu sebagai sesuatu yang menakutkan dan banyak ditebangi. Tetapi kini, fenomenanya bahwa pepohonan dan alam sangat diinginkan oleh masyarakat, sehingga rela menempuh jarak jauh menuju kawasan alam lestari.

Terus meningkatnya minat orang wisata alam, menjadi peluang bisnis bagi pihak-pihak yang memiliki atau mengelola alam di Jawa Barat. Misalnya, pihak pengelola kehutanan dan perkebunan, bahkan masyarakat yang memiliki kebun dan hutan pun menjadi memiliki peluang usaha bisnis wisata alam.

Baca Juga: Penerbangan Singapura-Cirebon Bakal Dibuka, Mengincar Datang Wisata dan Bisnis

Prediksi perputaran uang

Sejauh ini, belum ada data resmi soal berapa nilai perputaran uang dari wisata alam di Jawa Barat. Kalau pun ada, baru seputar taksiran, itu pun dengan data berbeda-beda antara Pemprov Jawa Barat, Bank Indonesia, dan akademisi.

Disparbud Jawa Barat pada tahun 2022, menduga kunjungan wisata ke Jawa Barat mencapai 58,6 juta orang. Jumlah ini dipicu pasca pandemi Covid-19, dimana 30 persen adalah menuju kawasan wisata alam. Sebab, ada asumsi bahwa kawasan wisata alam merupakan tempat paling aman.

Jika pengeluaran rata-rata setiap pengunjung adalah Rp 500.000 sekali kunjungan, perputaran uang dari wisata alam di Jawa Barat adalah Rp 879 miliar per hari saat ramai, atau Rp 321,6 triliun per tahun.

Bank Indonesia, dalam laporan “Potensi Ekonomi Pariwisata Jawa Barat 2021,” memperkirakan, bahwa wisata alam di Jawa Barat sebanyak 70 persen didominasi wisata alam. Untuk tahun 2021 diprediksi nilai tambahnya mencapai Rp 221,8 triliun, dimana wisata alam menghasilkan perputaran uang Rp 155,25 triliun per tahun.

Sedangkan pihak akademisi, malah menduga, perputaran nilai uang per tahun dari bisnis wisata alam di Jawa Barat adalah Rp 500 triliun per tahun. Sebab, wisata alam munculkan dampak berantai di luat akomodasi dan transportasi, misalnya konsumsi ke rumah makan, bisnis oleh-oleh, dsb.

 

Kendaraan adventure Cam Am, di Agrowisata Gunung Mas, PTPN I, Puncak, Bogor. dok Bagian Agrowisata PTPN I Regional 2

Pengamat ekonomi Jawa Barat, Acuviarta Kartabi, menilai, bahwa fenomena terjadi kini, dimana masyarakat sudah berbalik menjadi banyak yang menyadari betapa pentingnya alam dan lingkungan bagi kehidupan.

“Manfaat bisnis wisata alam, selain menjadi penyedia oksigen bagi masyakat, juga mengenalkan alam dan lingkungan kepada generasi penerus. Soal perputaran bisnisnya, banyak orang terlibat, namun harus tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

 Baca Juga: Madu Teuweul, Hasil Hutan asal Cikadu, Cianjur Banyak Konsumen Fanatik di Bandung

Dampak Positif Wisata Alam

Bisnis wisata alam tidak hanya menguntungkan bagi pengelola, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Wisata alam dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membantu mengembangkan ekonomi lokal.

Selain itu, wisata alam juga dapat membantu menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Dengan semakin banyaknya orang yang berkunjung ke kawasan alam, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam pun akan semakin meningkat. ***

 

Editor: Kodar Solihat

Tags

Terkini

Terpopuler