KENALI! Ini Penyebab Utama Ban Kendaraan Cepat Rusak Kata Pakar

14 Juli 2024, 06:00 WIB
Kenali penyebab utama ban kendaraan cepat rusak atau berumur pendek sehingga sering kempes. / ANTARA/Pamela Sakina/

JABARINSIGHT - Pernah mengakami kendaraan tiba-tiba kempes di perjalanan?. Jika pernah, hal itu tentu sangat menjengkelkan. Apalagi jika kempesnya di tempat yang jauh dari tukang tambal ban, sangat sempurna penderitaan itu.

Supaya hal itu tidak terjadi atau minimal untuk menghindarinya sejak dini, sebaiknya kenali apa penyebab umur ban kendaraan menjadi lebih pendek atau cepat rusak, utamanya pada mobil.

Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi mengatakan, memiliki kendaraan perlu dirawat dengan baik dan benar agar jangka umur kendaraan lebih panjang, tak terkecuali bagian ban.

Menurut dia, perawatan ban yang buruk dapat berdampak pada performa bahkan merusak komponen lain pada kendaraan, seperti velg, suspensi, hingga kaki-kaki.

"Apalagi digunakan di medan Indonesia kontur dan permukaan jalannya beragam", kata Mochammad Fachrul Rozi.

Baca Juga: Motor Matic Anda Ingin Gahar dan Irit? Ini 5 Cara Merawatnya

Baca Juga: Jangan Asal Geber, Instruktur Beberkan Kiat Aman Berkendara Sepeda Motor Listrik di Jalan Raya

Mochammad Fachrul Rozi menyebutkan, ada 3 alasan paling sering yang dapat memperpendek umur ban kendaraan dan harus diperhatikan atau dicek secara rutin dan benar. Yaitu:

1. Tekanan udara

Tekanan udara pada ban berperan penting dalam menahan beban kendaraan. Ban dengan tekanan angin yang tepat akan membantu mereduksi turbulensi pada kabin karena jalanan bergelombang.

“Dari penelitian kami 60-70 persen penduduk Indonesia tidak peduli dengan angin ban, dampaknya ban akan panas karena banyak geraknya, dan dapat menimbulkan seperti stretch mark di bagian dalam, yang lama kelamaan karet akan putus dan kembung,” jelas Rozi, dikutip dari Antara, Jumat 23 Februari 2024.

Rozi menyarankan pengguna agar secara rutin memeriksa tekanan ban kendaraan. Ia menyebut tekanan udara yang tepat adalah tidak lebih dan tidak kurang dari angka yang telah diberikan pabrikan kendaraan masing-masing.

Pada mobil, biasanya angka tekanan udara tertera pada pilar-pilar kendaraan di sisi pengemudi.

“Tekanan angin yang lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan itu lebih mending dari kurang, tapi saya menyarankan untuk sesuai spesifikasi yang dianjurkan, karena kalau kelebihan juga berbahaya pada kecepatan tinggi karena ban bisa melayang, sedangkan kurang angin dapat cepat panas dan pecah,” kata dia.

Baca Juga: Penting Bagi Pemilik Motor Matic, Ini Kata Pakar Cara Merawat Mesin Agar Tetap Prima

2. Penambalan yang salah

Ban tertusuk benda tajam apalagi kecil seperti paku mungkin cukup sering terjadi dan sulit untuk dihindari. Penambalan ban pun jadi jalan keluar yang lebih praktis dan tentu hemat biaya dibanding mengganti ban baru. Namun penambalan yang salah, menurut Rozi, justru dapat merusak ban lebih jauh.

Metode “tambal cacing” sering dilakukan oleh penambal ban yang ditemukan di tepi jalan. Metode ini hanya memasukkan karet keras yang berbentuk seperti cacing ke dalam ban yang bocor dengan cara ditusuk. Harapannya karet tersebut dapat terjepit dengan rapat sehingga dapat mengunci udara di dalamnya dan menutup permukaan ban yang berlubang.

“80 persen pecah ban di jalan tol Indonesia terjadi karena perbaikan ban yang buruk, perbaikan yang betul adalah ban dilepas dari velg, dilihat dari dalam, tambalnya dari dalam. Sedangkan metode tambal cacing dapat menyebabkan ban melebar secara berkala hingga dapat pecah atau meledak sewaktu-waktu,” ujar Rozi.

Baca Juga: Beberapa Keunggulan Daihatsu Sigra, Sangat Cocok Dimilki oleh Keluarga Muda

3. Semir berbahan dasar minyak dan silikon

Banyak produk semir ban mengklaim dapat menjaga ban tidak mudah rusak dan lebih awet, selain juga merawat warnanya.

Namun ternyata, pemilik kendaraan perlu lebih jeli dalam memilih bahan dasar semir, karena semir minyak dan silikon dapat merusak ban kendaraan kesayangan.

“Jangan memilih semir yang oil based atau silicon based, itu bisa merusak ban. Bila sering melihat ban retak-retak, itu karena terlalu sering disemir dengan bahan ini. Pilih yang berbahan air atau water based,” pungkas Rozi.***

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Trending